You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penertiban PKL di Tanah Abang Sempat Terjadi Penolakan
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Penertiban PKL di Tanah Abang Diwarnai Kericuhan

Sebanyak delapan lapak dan gerobak pedagang kaki lima di kawasan Pasar Tanah Abang, ditertibkan. Dalam penertiban tersebut, sempat diwarnai kericuhan lantaran pedagang di Jalan Jatibaru Raya, tepatnya di depan Stasiun Tanah Abang, menolak ditertibkan dan coba mempertahankan lapak mereka.

Didepan stasiun mereka melawan dan menolak ditertibkan petugas. Tapi setelah diberi penjelasan mereka pasrah

Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sophian Hadi mengatakan, penertiban dilakukan menyisir kawasan Tanah Abang depan Blok G, Jalan KH Mas Mansyur dan depan Stasiun Tanah Abang, Jalan Jatibaru Raya. Di sekitar Blok G, pihaknya menertibkan lima lapak PKL dan di Jl Jatibaru Raya, sebanyak tiga gerobak.

Trotoar Tanah Abang Kembali Dikuasai PKL

"Didepan stasiun mereka melawan dan menolak ditertibkan petugas. Tapi setelah diberi penjelasan mereka pasrah," kata Iyan, Senin (16/5).

Selanjutnya, lapak yang disita langsung dihancurkan di tempat oleh petugas. Sementara gerobak disita dan pemilik bisa mengambil setelah mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) yang digelar 20 Mei mendatang.

"Petugas yang kami kerahkan 30 personel yang merupakan tim lingkar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11080 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1335 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye976 personBudhi Firmansyah Surapati